dongeng yang membuat orang lain tersenyum

Kelanaku hanya mendongeng


Kisah seorang pengelana yang berkelana dari satu negri ke negri yang lain. Pengelana ini hanya memiliki satu impian, yakni membuat membuat seluruh dunia tersenyum tanpa beban ketika mendengar suatu dongeng darinya, karena baginya mendongeng merupakan salah satu bagian dari kehidupannya.

Pada saat itu, sang pengelana ini tiba disuatu negri, negri yang sangat indah nan elok sekali dipandang, namun di negeri itu hanya memiliki satu musim, yaitu musim semi. Negri itu tak pernah merasakan musim hujan, musim gugur, musim panas dan musim hujan, namun negeri ini memiliki ciri khas yang dikenal orang negri lainnya yaitu ada sebuah bunga yang sangat indah, yang kuncupnya selalu bermekaran sepanjang tahun. Ketika bunga itu bermekaran, sangat terlihat dengan indah sebuah bunga yang elok dan sangat megah dan mendominasi negri itu. Namun, hanya ada satu bunga yang mendominasi negri tersebut. Bunga itu bernama bunga matahari, bunga yang dimana bunga tersebut menjadi puspa dinegri tersebut. Karena itulah, negri tersebut dijuluki dan dikenal sebagai Negri Bunga Matahari.

Sang Pengelana pun masuk kedalam istana nan megah dan kokoh itu dan melihat banyak sekali terhampar bunga matahari yang terlihat menguning, namun naas sekali, sang pengelana mendengar sebuah kisah yang kelam dan sedang terjadi di istana yang ada dinegri tersebut. Sang pengelana tersebut mendengar kisah tersebut dari seorang penjaga kedai ketika sedang beristirahat setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang untuk sampai ke negri ini. Sang pemilik kedai tersebut menceritakan sebuah kisah tentang suatu kutukan yang menimpa seorang ratu yang cantik jelita di istana tersebut. Konon saat pemilik kedai menceritakan kisah tersebut, sang ratu yang cantik jelita itu terkena sebuah kutukan dari seorang penyihir yang jahat. Konon wajah cantik sang ratu itu menjadi hitam legam dan gosong seperti ibaratkan terbakar matahari yang sangat amat panas, kulit wajahnya mengelupas layaknya terbakar dengan amat parah dan mengenaskan, kisah yang sangat menyeramkan dan memilukan untuk sang ratu istana negri tersebut. Sang pemilik kedai pun bercerita mengenai tak ada satupun orang yang berani untuk menatap wajah sang ratu tersebut, termasuk juga sang raja dan seluruh keluarga dari istana tersebut, karena hal itulah, sang ratu selalu setiap saat menggunakan cadar yang menutup seluruh mukanya. Cadar yang berwarna kuning, sekuning bunga matahari.

Kabar tentang kedatangan sang pengelana yang tiba di negri bunga matahari inipun sampai ditelinga sang raja dan sang raja pun tertarik dengan cerita dongeng dari sang pengelana tersebut yang konon katanya bisa menyembuhkan suatu penyakit dan sang pengelana tersebut seakan sudah terkenal dengan kisah dongengnya dari beberapa negri yang telah ia lewati dalam perjalanannya. Langsung saja sang raja memerintahkan kepada para prajuritnya untuk mengundang sang pengelana tersebut agar dan bersedia untuk mendongeng di istananya.

Pada keesokan harinya dengan diiringi dengan semilir angin musim semi seakan angin yang menebarkan cinta diantara putik dan tangkai sari, lalu membuat angin yang selalu datang untuk mengundang lebah dan Nectarina Jugularis untuk berpesta bersama, sang pengelana pun dengan senang hati datang untuk memenuhi undangan dari sang raja tersebut. Sang pengelana pun datang untuk menghadap sang raja dengan dibantu oleh selusin orang pegawai dari istana tersebut. Akhirnya sang pengelana pun diberikan ruangan untuk mendongeng pada malam harinya dihadapan sang raja dan para keluarga yang ada di istana. Sebuah rungan khusus yang dinamakan ruang hiburan untuk keluarga istana yang diberikan oleh sang raja kepada sang pengelana tersebut untuk menceritakan tentang dongengnya tersebut, ruangan tersebut merupakan salah satu ruangan paling mewah yang ada diistana tersebut.

Pada suatu malam yang hening, tepatnya setelah lonceng diistana tersebut berbunyi setelah tiga kali, sang pengelana pun mulai melayangkan sebuah dongeng darinya. Tak ada seorang pun yang tahu dongeng apa yang diceritakan oleh sang pengelana tersebut, kecuali keluarga istana dan hanya keluarga istana yang mengikuti dongeng tersebut. Tak ada dayang, tak ada prajurit istana, tak ada juga pegawai istana. Dan pada keesokan paginya tersiar kabar bahagia yang menyelimuti seluruh negri tersebut. Kabar bahagia ini pun langsung disambut dengan sebuah pesta rakyat. Pesta rakyat yang dimana untuk mengucapkan rasa syukur atas hilangnya sebuah kutukan terhadap ratu mahkota negeri bunga matahari ini. Kutukan yang hilang hanya dengan sebuah dongeng. Dongeng dari seorang pengelana.

Hari ini, tepat 8 tahun hilangnya kutukan sang ratu bunga matahari, negeri bunga matahari ini pun kembali mengadakan sebuah pesta, pesta yang tentunya sangat amat meriah dari tahun-tahun sebelumnya, karena hari ini pun tepat dimana hari pernikahan sang ratu dengan seorang pangeran dari negeri seberang. Kabar tentang pernikahan itu sampai ke telinga sang pengelana, membuat ingatannya kembali pada kejadian 8 tahun yang lalu, dimana orang-orang memujinya karena berhasil menghilangkan sebuah kutukan yang ada pada sang ratu, walaupun hanya dengan sebuah dongeng yang diceritakannya pada malam itu. Dongeng yang sebenarnya tak pernah menghilangkan sebuah kutukan, karena sang ratu tak pernah terkena kutukan seperti seorang yang bermuka hitam legam dan mengelupas ibaratkan terbakar panas matahari.

Sang ratu tidaklah terkena sebuah kutukan seperti yang dibicarakan oleh orang-orang, dia hanya mengenakan sebuah topeng yang sangat amat buruk rupa, topeng yang dipakainya ternyata untuk menutupi kecantikan wajahnya, semua itu dilakukan oleh sang ratu demi sang pangeran, yang merupakan adik kandungnya. Hal ini dilakukan agar sang raja lebih mencintai putranya daripada putri nya atau sang ratu ini, karena agar sang pangeran yang tak lain adalah adik kandungnya tidak merasa sedih, ketika sang raja sedang membandingkan dengan sang ratu yang sangat cantik jelita. Sang ratu ini sangat terkenal dan pandai dibidang akademiknya, sangat berbeda dengan sang pangeran atau adiknya ini, wajahnya yang tidak begitu tampan, meskipun tidak buruk rupa juga, dan jika dibandingkan dengan akademik, sang ratu sangat unggul dibandingkan adik kandungnya ini. Karena memang bukan itu bakatnya, bakat adiknya ini bukan dari bidang ilmu pengetahuan, namun lebih ke ilmu kemiliteran. Sang ratu pun tentu sedih melihat  sang raja yang selalu memujinya dan tak begitu memperhatikan adiknya, karena itu lah sang ratu rela mengorbankan semuanya demi kasih sayangnya terhadap adik kandungnya dengan menggunakan sebuah topeng, topeng yang sangat amat buruk rupa dan tak enak jika dipandang.

Hingga akhirnya sang pengelana datang dan menceritakan sebuah dongeng yang merubah semuanya. Dongeng yang dimana mengembalikan semua kebahagiaan ditengah seluruh keluarga istana. Dongeng yang diceritakan sang pengelana ketika mencium adanya kejanggalan dalam kisah kutukan sang ratu dan kejanggalan tersebut pun berhasil dibuktikannya. 8 tahun sejak semuanya berubah, dongeng yang diceritakan sang pengelana tersebut masih menjadi sebuah misteri. Dongeng itu masih menjadi rahasia keluarga istana dan tidak ada satupun rakyat yang berani menanyakan doneng itu kepada sang raja. Masih terkenang dalam ingatan sang pengelana ketika sang raja memintanya untuk mempersunting putri/ratunya sebagai ucapan syukur dan sebagai hadiah atas kebahagiaan yang dibawanya kedalam istana tersebut. Namun, dengan lembut sang pengelana tersebut menolak permintaan sang raja, selain karena derajat mereka yang sangat jauh berbeda dan sang pengelana tersebut sangat ikhlas untuk tidak menerima imbalan saat mendongeng pada malam itu. Dan kini, sang pengelana melanjutkan pengelanaannya ke negri-negri lain, dibelahan bumi yang sangat luas ini dan terus berkalana tanpa henti untuk mewujudkan mimpinya, mimpi yang dimana ia membuat orang lain tersenyum bahagia dengan mendengar dari dongengnya tersebut.

Komentar

Posting Komentar